Rumus matematika? Kimia? Fisika? Akuntansi? Guess what! Hohoho… belum tencyu! Postingan ini terinspirasi ketika saya sedang menonton berita sore yang di tayangkan oleh salah 1 stasiun televisi swasta *AHA! Akhirnya saya berhenti menjadi pengamat sinetron dan mulai menonton berita! *. Ada sebuah berita tentang geng motor di Bandung, yang mana anggotanya kebanyakan adalah anak-anak sekolahan! Tragis. Ironis. Dan kata-kata berikutnya yang muncul di otak saya hanya kata-kata yang bersifat negatif. Kembali teringat ke masa-masa beberapa tahun yg lalu. Ok, [...]
Mau Berkomunikasi aja kok Repot???
Pagi ini… Jumi mendapat sebuah sms dari 818 yg menyatakan bahwa ada kiriman pulsa elektrik sebesar 5.000 perak, entah dari siapa! Senang? Tentu tidak! Yang ada malah bikin Jumi mencak2, panik, marah, dan pengen nangis! Karena dengan terisinya pulsa 5.000 itu, maka secara otomatis Jumi sudah kehilangan jatah 100 sms/hari-nya. *hayooo… coba tebak provider-nya apa… * Beberapa waktu yg lalu…
Duhhh…. Gak Usah jadi "Orang Baik", dehhh!
Yuhuuu… skarang giliran saya yg posting.. *duhhh, segitu senengnyaaa.. seneng apa grogi, yah? Ehem.. ehem..* Ok, jadi begini.. beberapa waktu yg lalu, saya sempet ’maen2’ ke blog temen saya ini. Di sana, si temen ngepostingin tentang kekurangsenangannya terhadap orang-orang miskin yg ada di Ibukota. Menurutnya, orang2 miskin itu hanyalah orang2 yg mau seenaknya sendiri and bla.. bla.. bla.. *silahkan lihat sendiri postingannya * And then, saya tertarik untuk memberikan komentar pada postingan itu:
Fenomena bodoh Friendster
HAH, membaca judul di atas seolah saya tidak tau terima kasih. Padahal gara2 Friendster, saya masih bisa bersilaturahmi dengan teman2 lama yg udh pd mencar2 semenjak kuliah. Gara2 Friendster, orang2 jd tau siapa saya *karena saya benar2 mengisi “formulir”-nya dgn sejujur2nya! xP*. Gara2 Friendster, saya jg sempat berkenalan dgn teman2 baru.. deelel…Tp sungguh, bukan karena saya ga tau terima kasih! Sebenarnya saya bukannya mau “mengkritik” Friendster nya *yah, meskipun skrg Friendster udh kebanyakan iklan*. Tp org2nya!
Intan, Azizah, Indah… tralalalala…
Hare gene kenapa banyak bgt sinetron Indonesia yg udh kayak daftar nama di Absen, ya? Udh kayak jaman2nya saya masih kecil dulu tuh, ada yg namanya telenovela! Maria Marcedes, Esmeralda, Rosalinda, Tukiyem, Marsinah… *yg 2 terakhir ini nama2 pembokat lokal* ah ya sutralaaahhhh… Tanpa jelas nyeritain inti cerita sinetronnya tuh kayak apa!Lucunya, ada sinetron yg judulnya “Cinderella” *ini jg nama org, kan?* yg ceritanya tuh udh melenceng kemana2, jauh dr konsep awal! Cinderella punya 2 ibu (kandung dan tiri)? Ah, [...]
…and the story goes to…
Tengah malam… pukul… *uhmmm… sepertinya waktu di postingan ini sudah cukup menjadi saksi! xP* dua anak manusia, si Jumi dan si Nona memulai aksinya dgn ngerumpi berdua di sebuah kamar kostan sempit (sebenarnya ga sempit! cuma kebanyakan barang xP) membicarakan banyak hal, mule dari yg ecek2 sampe yg serius2. Hingga akhirnya kami menyadari 1 hal, yakni bakat alamiah kami sejak lahir : mengkritik sesuatu baik secara sehat maupun tak sehat *yeahhh… artikanlah nyela2 gitu! x)* …and the story goes to… [...]




