<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keritiKentang™ &#187; Sosial</title>
	<atom:link href="http://keritikentang.com/category/sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://keritikentang.com</link>
	<description>crispy crunchy yummy yummy...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 05:43:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Mereka-mereka yang Jauh akan Rejeki</title>
		<link>http://keritikentang.com/2011/05/21/mereka-mereka-yang-jauh-akan-rejeki/</link>
		<comments>http://keritikentang.com/2011/05/21/mereka-mereka-yang-jauh-akan-rejeki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 10:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keritikentang.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, saya pernah mengunjungi sebuah rumah makan bersama ibu saya. Saat itu, padahal pengunjung rumah makan tersebut bisa dibilang sepi. Hanya sekitar 2 meja saja yang terisi. Saya hanya melihat 2 orang pelayan di sana dan rumah makan tersebut memang tidak besar, namun juga tidak bisa dibilang kecil. Saat itu saya lihat hanya 1 pelayan saja yang sibuk melayani pengunjung lain. Yang 1 nya lagi tampak mondar mandir ke sana ke mari entah mengurus apa. Ibu saya sudah berkali-kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/11720997/2/istockphoto_11720997-dinner-server-using-a-pda.jpg" alt="" width="206" height="285" />Suatu hari, saya pernah mengunjungi sebuah rumah makan bersama ibu saya. Saat itu, padahal pengunjung rumah makan tersebut bisa dibilang sepi. Hanya sekitar 2 meja saja yang terisi. Saya hanya melihat 2 orang pelayan di sana dan rumah makan tersebut memang tidak besar, namun juga tidak bisa dibilang kecil. Saat itu saya lihat hanya 1 pelayan saja yang sibuk melayani pengunjung lain. Yang 1 nya lagi tampak mondar mandir ke sana ke mari entah mengurus apa. Ibu saya sudah berkali-kali mencoba memanggil salah 1 dari mereka untuk memesan makanan. Namun tidak ada 1 pun dari mereka yang sekedar menoleh, bahkan ketika kedua pelayan tersebut tampak sudah tidak terlalu sibuk. Melihat kejanggalan ini, ibu saya langsung kesal. Beliau langsung mengajak saya keluar dari rumah makan tersebut dan makan di tempat lain karena kecewa dengan pelayanan (atau lebih tepatnya pengabaian) yang kami terima. Hmmm… Saya jadi tidak heran kenapa rumah makan tersebut sepi. <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-71"></span>Di hari yang lain, saya pernah menunggu angkot di sebuah halte. Tak jauh dari sana ada sekelompok tukang ojek yang sedang mangkal sambil menunggu penumpang. Namun, tiap kali ada perempuan muda yang lewat, para tukang ojek ini tak segan untuk menggoda. Bahkan juga berani agak mengikuti perempuan-perempuan muda ini berjalan dari belakang. Tentu sikap mereka yang cenderung nekad ini malah membuat risih. Padahal mungkin saja, beberapa dari para perempuan yang mereka goda itu sebenarnya adalah calon penumpang ojek-ojek tersebut. Namun karena sikap kurang sopan yang ditunjukkan oleh para tukang ojek yang kecentilan itu, para calon penumpang ini tidak jadi menggunakan jasa mereka. Bukannya mendapat uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jadilah para tukang ojek ini “kenyang” hanya dengan menggoda anak gadis orang. <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Lain lagi dengan yang baru saja saya alami kemarin malam. Saya pergi ke sebuah toko kelontong untuk membeli sebotol minuman bersama seorang rekan. Anehnya saat kami hendak membayar, sang kasir ternyata malah sedang tidur di atas “meja kerja”-nya. Sudah berkali-kali rekan saya memanggil, namun sang kasir tidak juga bangun. Hingga akhirnya seseorang yang sepertinya mengenal kasir tersebut datang dan memanggil namanya, barulah ia mulai terbangun. Itu pun bukan kami duluan yang dilayani meskipun kami lah yang duluan datang. Kasir tersebut malah mendahulukan kenalannya itu meskipun rekan saya sudah menyodorkan uang sepuluh ribu di hadapannya. Sungguh tidak sopan! Saat itu juga mendadak kami menyesal. Tau begitu lebih baik kami tinggalkan saja toko kelontong tersebut dengan membawa minuman yang kami ambil TANPA kami bayar saat sang kasir tengah tertidur lelap.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, saya salut pada orang-orang yang tak punya uang namun mau berusaha keras untuk mencari nafkah. Tapi saya jauh lebih salut pada mereka-mereka yang meskipun sudah punya uang banyak, namun masih mau berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencari nafkah dan melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya. Oh, jangan tanyakan bagaimana respek saya terhadap mereka-mereka yang sudahlah tidak punya uang, namun juga tidak sungguh-sungguh dalam mencari nafkah. Kalian pasti sudah tau jawabannya… <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keritikentang.com/2011/05/21/mereka-mereka-yang-jauh-akan-rejeki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata, Wanita pun Juga Bisa Begini&#8230;</title>
		<link>http://keritikentang.com/2010/10/20/ternyata-wanita-pun-juga-bisa-begini/</link>
		<comments>http://keritikentang.com/2010/10/20/ternyata-wanita-pun-juga-bisa-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 04:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keritikentang.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yg lalu, saya diajak temen kantor (2 orang dan keduanya laki-laki) utk pulang dengan kereta api dalam kota. Kami naik kereta dr Stasiun Tanah Abang sekitar jam 5 sore-an. Saat itu, seperti yg sudah saya duga, stasiun kereta terlihat ramai sekali dgn orang-orang yg sepertinya jg baru pulang kerja. Sesungguhnya itu adalah yg ke-2 kalinya saya naik kereta dalam kota. Sebelum ini, saya pernah naik dari Stasiun Serpong ke Stasiun Palmerah sekitar pukul 6 sore. Saat itu, stasiun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;site=coldwind08.wordpress.com&amp;url=http%3A%2F%2Fsgstb.msn.com%2Fi%2F83%2F4E6FE8A2E70779E9A13E4B146FBEC.jpg&amp;sref=http%3A%2F%2Fcoldwind08.wordpress.com%2F2010%2F10%2F12%2Fkeadilan-dalam-gerbong-khusus-wanita%2F" alt="" width="364" height="253" />Beberapa waktu yg lalu, saya diajak temen kantor (2 orang dan keduanya laki-laki) utk pulang dengan kereta api dalam kota. Kami naik kereta dr Stasiun Tanah Abang sekitar jam 5 sore-an. Saat itu, seperti yg sudah saya duga, stasiun kereta terlihat ramai sekali dgn orang-orang yg sepertinya jg baru pulang kerja. Sesungguhnya itu adalah yg ke-2 kalinya saya naik kereta dalam kota. Sebelum ini, saya pernah naik dari Stasiun Serpong ke Stasiun Palmerah sekitar pukul 6 sore. Saat itu, stasiun tidak terlalu ramai dan bahkan di dalam gerbong pun tampak lengang. Karena lengang, saat itu saya tidak masuk ke dlm gerbong Khusus Wanita yg terdapat pada gerbong 1 dan 6.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Nah, ketika berangkat dr Stasiun Tanah Abang inilah saya memutuskan utk mencoba masuk ke dlm gerbong khusus wanita. Sehingga saya memisahkan diri dari kedua teman kantor saya yg laki-laki ini. Saya memutuskan utk masuk ke gerbong khusus wanita karena dlm situasi yg seramai itu, rasanya akan lebih aman dan nyaman berada dlm gerbong khusus wanita ketimbang bercampur dgn pria di gerbong yg lain.<span id="more-46"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ketika saya masuk ke dalam kereta, gerbong khusus wanita itu sudah ramai. Sehingga saya tidak kebagian tempat duduk. Sebelum kereta jalan, tidak jauh dr tempat saya berdiri, tiba-tiba ada seorang wanita yg berkata, &#8220;Maaf ibu-ibu&#8230; mbak-mbak&#8230; Ini ada perempuan yg sedang hamil. Tolong, ada yg mau ngalah dan memberikan tempat duduknya ke perempuan ini?&#8221;. Mata saya lalu tertuju pd perempuan hamil yg sebut-sebut. Benar saja. Perutnya terlihat membesar meskipun belum benar-benar besar. Lalu perhatian saya beralih pd wanita-wanita yg duduk di depannya. Sudah cukup lama si mbak yg tadi &#8220;menegur&#8221; mereka, namun belum ada 1 pun yg memberikan tempat duduknya pada perempuan hamil tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Astaga! Ini membuat kening saya berkerut. Saya lihat di antaranya ada yg (mungkin) pura-pura tidur, ada yg terlihat asyik mengobrol, ada jg yg terlihat sibuk dengan HP-nya. Seolah tidak ada yg terusik dgn &#8220;teguran&#8221; si mbak yg tadi. Entah memang tidak dengar atau memang pura-pura tidak mendengarkan. Ini sebenarnya bukan kejadian pertama yg pernah saya lihat. Di dlm bus transJakarta pun, saya jg pernah melihat orang-orang yg pura-pura tidak terusik meskipun di depannya ada orang tua, anak kecil, atau pun ibu hamil yg tidak kebagian tempat duduk. Tapi ini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. INI KAN DI GERBONG KHUSUS WANITA!</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ternyata, sesama wanita pun bisa saling mengacuhkan. Apakah diantara mereka tidak ada yg pernah menjadi ibu? Dimana hati nurani mereka melihat ibu hamil berdiri di dlm kereta? Bukankah katanya wanita itu perasaannya sensitif? Atau hal itu cuma dugaan yg sudah usang dimakan jaman? Mungkin, kalau si ibu hamil ini berada di gerbong lain (yg bukan khusus wanita), barangkali sudah ada paling tidak 1 laki-laki yg memberikan tempat duduknya. Ah, rasanya nanti kalau saya hamil, lebih baik saya memilih duduk di gerbong lain yg tidak khusus wanita saja. <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_neutral.gif' alt='&#58;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#124;' /></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Namun, untungnya&#8230; Beberapa saat kemudian ada seorang ibu yg duduknya agak jauh dr perempuan hamil ini berdiri dan berkata, &#8220;Mbak, sini&#8230; Duduk di sini aja.&#8221; Alhamdulillah&#8230; Ternyata masih ada wanita yg benar-benar menggunakan hati nuraninya. Meskipun kayaknya sekarang orang yg seperti ini sudah cukup sulit ditemukan, ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keritikentang.com/2010/10/20/ternyata-wanita-pun-juga-bisa-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malu Nggak Sih Jadi Orang Indonesia?</title>
		<link>http://keritikentang.com/2010/09/06/malu-nggak-sih-jadi-orang-indonesia/</link>
		<comments>http://keritikentang.com/2010/09/06/malu-nggak-sih-jadi-orang-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 07:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keritikentang.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yg lalu, nggak sengaja saya menumpang 1 angkot yg sama dgn seorang bule. Dan entah kenapa, tumben-tumbennya jalan yg dilalui angkot macet banget. Seperti kebanyakan supir angkot, supir angkot yang mengendarai angkot yg saya tumpangi saat itu mengendarai angkotnya secara ugal-ugalan. Kadang suka berhenti mendadak, kadang kalau belok jg nggak kira-kira, kalo lewat jalan yang berlubang jg saat angkot dlm keadaan ngebut. Wah, pokoknya bikin penumpang diacak-acakan lah dlm angkot tersebut. Nah, bule yg saat itu duduk di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://www.istockphoto.com//file_thumbview_approve/6759766/2/istockphoto_6759766-bucket-surprise.jpg" alt="" width="280" height="280" />Beberapa waktu yg lalu, nggak sengaja saya menumpang 1 angkot yg sama dgn seorang bule. Dan entah kenapa, tumben-tumbennya jalan yg dilalui angkot macet banget. Seperti kebanyakan supir angkot, supir angkot yang mengendarai angkot yg saya tumpangi saat itu mengendarai angkotnya secara ugal-ugalan. Kadang suka berhenti mendadak, kadang kalau belok jg nggak kira-kira, kalo lewat jalan yang berlubang jg saat angkot dlm keadaan ngebut. Wah, pokoknya bikin penumpang diacak-acakan lah dlm angkot tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Nah, bule yg saat itu duduk di depan saya keliatan banget makin stress. Saya mulai bisa melihat butiran-butiran keringat dari dahinya. Wajahnya yg putih malah jd tampak semakin pucat. Duh, pokoknya saya jd kasian deh ngeliatnya. Keliatan banget kalo si bule baru kali itu naik angkot. Saya bahkan berani taruhan, mungkin si bule bakal janji dlm hatinya kalo dia nggak akan pernah naik angkot lg. *ok, saya mulai lebay*</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tapi dlm hati saya jd malu. Malu karena merasa ada warga negara asing yg nggak nyaman dgn Indonesia, negara yg saya bangga-banggakan ini. Sama malunya jg seperti waktu salah seorang teman bercerita bahwa teman bulenya kaget begitu dibawa ke toko buku di Indonesia dan berkata, &#8220;Wah, banyak buku tutorial software-software mahal ya di Indonesia? Saya pikir tadinya Indonesia itu negara miskin. Tp ternyata banyak yg mampu beli software mahal sampai buku-buku tutorialnya jd banyak beredar.&#8221;<span id="more-42"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Wew&#8230; Nggak tau aja si bule kalo di Indonesia ini bahkan masih banyak orang Indonesia sendiri yg belum tau kalo software yg mereka pakai sehari-sehari itu adalah software bajakan. Sementara, menggunakan software bajakan di negara lain adalah hal yg memalukan. Bahkan bisa langsung dipidanakan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Yah, saya tau. Situasi di tiap negara mungkin memang kadang nggak sesuai dgn tabiat warga asingnya. Tp hey&#8230; Akuilah! Kayaknya hal-hal memalukan yg ada di Indonesia ini bisa masuk dlm kategori yg cukup parah. Ya ya ya&#8230; Mungkin sebagian dr kita akan menghibur diri, &#8220;Tp kan masih banyak yg bisa dibanggakan dari Indonesia.&#8221; Ok lah. Mungkin itu memang benar. Tp itu hal yg lain lg. Saya nggak bisa tiba-tiba menghilangkan rasa malu saya sbg orang Indonesia saat melihat ada warga negara asing yg nggak nyaman duduk di dlm angkot yg sama dgn saya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jujur, saya malu. Dan saya senang bisa merasa malu. Karena itu artinya saya menyadari ada yg salah dgn kebiasaan orang-orang di Indonesia ini. Kita mungkin dibiasakan hidup dlm lingkungan yg berdamai dgn hal-hal yg salah. Kenapa? Karena kita cenderung tidak malu melakukan kesalahan di depan saudara sebangsa kita sendiri. Tp ketika yg kita hadapi adalah &#8220;orang asing&#8221;, barulah kita merasa malu karena sudah menjadi bangsa yg sangat permisif sehingga kadang merugikan beberapa pihak lain.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jadi, budayakanlah rasa malu itu sebelum melakukan sesuatu yg sebenarnya kita sendiri tau bahwa itu salah. Terutama kalau ada &#8220;orang asing&#8221;. Eitz&#8230; Tp inget, &#8220;malu&#8221; dan &#8220;minder&#8221; itu 2 hal yg berbeda loh, ya! Malulah kalau melakukan sesuatu yg salah. Tp tetep bangga dgn potensi-potensi positif yg ada di Indonesia ini! <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> Nggak perlu minder! Kita cuma perlu mengurangi sikap-sikap permisif yg sudah mendarah daging dlm tubuh dan lingkungan kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keritikentang.com/2010/09/06/malu-nggak-sih-jadi-orang-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata, Penduduk Indonesia Masih Banyak yg Buta Huruf!</title>
		<link>http://keritikentang.com/2010/03/15/ternyata-penduduk-indonesia-masih-banyak-yg-buta-huruf/</link>
		<comments>http://keritikentang.com/2010/03/15/ternyata-penduduk-indonesia-masih-banyak-yg-buta-huruf/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 04:23:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keritikentang.com/2010/03/15/ternyata-penduduk-indonesia-masih-banyak-yg-buta-huruf/</guid>
		<description><![CDATA[Saya menemukan tulisan ini di sebuah tembok pagar sebuah mall yang berhadapan langsung dengan sebuah perumahan : &#160; &#160; Hmmm&#8230; Kok rasanya ada yang janggal, ya? Kenapa juga harus ada tulisan : &#8220;&#8230; Kecuali Buta Huruf?&#8220;. Waktu hal ini saya diskusikan ke seseorang, beliau berkata, &#8220;Ya mungkin karena yg buta huruf nggak bisa baca peringatan tersebut.&#8221; Oh, ya? Begitukah? Kalau memang begitu alasannya, kenapa ya saya menemukan tulisan-tulisan seperti ini masih di tembok yg sama : &#160; &#160; Hmmm&#8230; Apakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Saya menemukan tulisan ini di sebuah tembok pagar sebuah mall yang berhadapan langsung dengan sebuah perumahan :</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://images.plurk.com/3121462_ac8c80cd47091074fd249d402b4f4eaf.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span id="more-31"></span>Hmmm&#8230; Kok rasanya ada yang janggal, ya? Kenapa juga harus ada tulisan : &#8220;<strong>&#8230; Kecuali Buta Huruf?</strong>&#8220;. Waktu hal ini saya diskusikan ke seseorang, beliau berkata, &#8220;Ya mungkin karena yg buta huruf nggak bisa baca peringatan tersebut.&#8221; Oh, ya? Begitukah? Kalau memang begitu alasannya, kenapa ya saya menemukan tulisan-tulisan seperti ini masih di tembok yg sama :</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://images.plurk.com/3121462_228fffd917cda245c0bc1bd737ab6c0a.jpg" width="400" height="244" /></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Hmmm&#8230; Apakah itu artinya si pelaku buta huruf? <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_neutral.gif' alt='&#58;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#124;' /></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Dan saya jg menemukan hal yg sama ketika beberapa waktu yg lalu tanpa sengaja menemukan ini di sebuah toko yg menjual peralatan stationery :</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center" align="justify"><img src="http://images.plurk.com/3121462_1c21c0bbff1e87df0567e7f5b1e48d8b.jpg" width="400" height="300" /></p>
<p style="text-align: center" align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kalau memang begitu, kasian jg ya orang Indonesia? <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_silent.gif' alt='&#91;&#45;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#91;&#45;&#40;' /> Entah memang karena nggak pernah sekolah sehingga jadi buta huruf, atau&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_neutral.gif' alt='&#58;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#124;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keritikentang.com/2010/03/15/ternyata-penduduk-indonesia-masih-banyak-yg-buta-huruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengamen yang &#8220;Mengancam&#8221;</title>
		<link>http://keritikentang.com/2010/02/01/pengamen-yang-mengancam/</link>
		<comments>http://keritikentang.com/2010/02/01/pengamen-yang-mengancam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 06:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keritikentang.com/2010/02/01/pengamen-yang-mengancam/</guid>
		<description><![CDATA[Pernah nggak denger pengamen (biasanya penampilannya didandanin ala rocker gagal) di angkutan umum atau dimana pun, nyanyi dengan lirik yg kurang lebih isinya seperti ini (dengan irama yg ngasal) : &#8220;Kasihanilah kami&#8230; yg tidak punya uang&#8230; tidak mampu bersekolah&#8230; cari makan saja susah&#8230;&#8221; &#160; Yeaaaahh&#8230; Seolah mereka sangat harus dikasihani. Lalu&#8230; liriknya berlanjut&#8230; &#8220;Untung kami tidak merampok&#8230; tidak membunuh&#8230; kami hanya mengamen&#8230; untuk sekedar mencari sesuap nasi&#8230;&#8221; &#160; Ok, masih biasa aja di sini. Lalu&#8230; &#8220;Tolonglah kiranya Bapak dan Ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://www.istockphoto.com/file_thumbview_approve/4314311/2/istockphoto_4314311-music-performing.jpg" width="232" align="left" height="241" />Pernah nggak denger pengamen (biasanya penampilannya didandanin ala rocker gagal) di angkutan umum atau dimana pun, nyanyi dengan lirik yg kurang lebih isinya seperti ini (dengan irama yg ngasal) :</p>
<blockquote>
<p align="justify"><em>&#8220;Kasihanilah kami&#8230; yg tidak punya uang&#8230; tidak mampu bersekolah&#8230; cari makan saja susah&#8230;&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Yeaaaahh&#8230; Seolah mereka sangat harus dikasihani. Lalu&#8230; liriknya berlanjut&#8230;</p>
<blockquote>
<p align="justify"><em>&#8220;Untung kami tidak merampok&#8230; tidak membunuh&#8230; kami hanya mengamen&#8230; untuk sekedar mencari sesuap nasi&#8230;&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ok, masih biasa aja di sini. Lalu&#8230;</p>
<blockquote>
<p align="justify"><em>&#8220;Tolonglah kiranya Bapak dan Ibu memberikan sedikit rejekinya kepada kami yg tidak punya ini&#8230; Kami akan berdo&#8217;a semoga Bapak dan Ibu diberi berkah dan harta yg melimpah&#8230;&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Tiba-tiba si pengamen mengulur-ulurkan tangannya, menghampiri setiap penumpang.  Berharap diberi recehan. Namun yg terjadi ternyata tidak ada yg terusik. Tidak ada yg memberikannya uang. Hohoho&#8230; Tidak ada yg tersentuh. Lantas ia kembali lanjut bernyanyi dgn gitar kecilnya :<span id="more-29"></span></p>
<blockquote>
<p align="justify"><em>&#8220;Orang PELIT&#8230; hidupnya tidak akan makmur&#8230; akan sengsara&#8230; Karena dia terlalu PELIT hanya untuk sekedar memberi receh&#8230; yg kaya akan menjadi miskin&#8230; dan yg miskin akan tambah miskin&#8230; Begitulah jadinya nasib orang PELIT.&#8221;</em></p>
</blockquote>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Lalu dia ngeloyor pergi. Meninggalkan orang-orang yg sudah dikatai PELIT olehnya. Wajah orang-orang itu tampak acuh, datar, dan tidak peduli. Tp saya tau hati mereka jengkel bukan main. <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Saya hampir selalu bertemu dgn pengamen yg seperti ini di angkutan umum, loh. <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> Pengamen-pengamen yg awalnya lewat lirik lagunya (yg dia pikir menyedihkan) minta dikasihani, bahkan bersedia memberi do&#8217;a yg baik JIKA diberi recehan&#8230; Namun  seolah jg akan memberikan do&#8217;a yg buruk jika ia tidak diberi recehan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keritikentang.com/2010/02/01/pengamen-yang-mengancam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kentang digado2in</title>
		<link>http://keritikentang.com/2008/05/21/kentang-digado2in/</link>
		<comments>http://keritikentang.com/2008/05/21/kentang-digado2in/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 09:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nieke</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Konsumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keritikentang.com/2008/05/21/kentang-digado2in/</guid>
		<description><![CDATA[Huwaaahhh, setelah sekian lama saya &#8216;mati suri&#8217; ngeblog di sini.. akhirnyaaaa.. skarang nulis juga.. Hohoooo, maaph buat sistah yang udah nunggu2 kapan yaaa si Nona,, apdet KKTM..?? Hehehe ^___^! &#160; Ok, setelah skian lama gak menoreskan pemikiran2 kentang saya di sini, gak kerasa ternyata udah numpuk aja yang mau dikomentarinnn.. Medley aja kali yahhh..? Kira2 inilah yang sedang jadi perhatian saya belakangan ini: 1. Trend pake Baju Batik &#160; Bagus.. bagus.. kalo seandainya ini memang dijadikan salah satu bukti cinta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Huwaaahhh, setelah sekian lama saya &#8216;mati suri&#8217; ngeblog di sini.. akhirnyaaaa.. skarang nulis juga.. Hohoooo, maaph buat <a href="http://nilla.keritikentang.com" title="yup, si Jumi! :D">sistah</a> yang udah nunggu2 kapan yaaa si Nona,, apdet <a href="http://keritikentang.com" title="ya blog inihhh!">KKTM</a>..?? Hehehe ^___^!</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ok, setelah skian lama gak menoreskan pemikiran2 kentang saya di sini, gak kerasa ternyata udah numpuk aja yang mau dikomentarinnn.. Medley aja kali yahhh..? Kira2 inilah yang sedang jadi perhatian saya belakangan ini:</p>
<p align="justify"><strong>1. Trend pake Baju Batik</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.anekayess-online.com/i/art/adved_1204593567.jpg" height="429" width="285" /></p>
<p align="justify">Bagus.. bagus.. kalo seandainya ini memang dijadikan salah satu bukti cinta pada tanah air, dijadikan sebagai salah satu cara utk merayakan hari kebangkitan Nasional, kalo seandainya ingin dijadikan ajang menunjukkan identitas bangsa.. Tapiii&#8230; takutnya ini cuman dipake sama orang2 yang jd korban trend aja, pake2 batik tapi gak tau punya tujuan apa.. cuman mau nunjukin, &#8220;ini loccchhh, gue kagak ketinggalan trend!&#8221;. Hohooo, lihat aja.. kalo memang yg pada pake2 batik ini mmg jelas tujuannya, gak cuman sekedar jadi korban trend, harusnya sih ini gak cuma jadi busana semusim..</p>
<p align="justify">foto dari <a href="http://www.anekayess-online.com/i/art/adved_1204593567.jpg" title="aneka yess">sini</a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>2. Perang Tarif Makin Bikin Gila!</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.liat2hp.com/image.php?image=topic_img/sim.jpg&amp;maxim_size=90" /></p>
<p align="justify">Iming2 make sepuasnya? Widiiiiihh.. yg ada juga nunggu telpon kesambung sepuasnya.. nunggu sms pending sepuasnya.. Ck ck ck.. Percaya aja deh, gak ada provider HP yg mau rugi sama dagangannya! Sok2an ngasih tarif termurah.. tapi kita2 yang dibikin repot! Gara2 tarif murah ini, jaringan sering banged error, sms pending, network busy lahh, bahkan bullshit-nya lagi, di waktu jam2 sibuk.. sebuah provider HP sempet ngeles kalo nomer yang dituju belum terdaftar..??! Siyal! Hoyyy, kalo dagang yang bener donk! Coba dehhh.. kalo ada org sekarat yg udah mau mati trus harus telponin sodara ato temen2nya buat minta pertolongan gimanaaaa???!! Udah keburu mati tu anak org baru mau loe sambungin apa??! Kalo udah kayak gini, rasanya tarif murah tuh udah gak berasa.. yg ada komunikasi itu terasa saaaangat mahal! Karena proses komunikasi ini jadi smakin sulit. Udah lahhh, tarif normal aja.. tp dgn pelayanan yg bener. Konsumen jg skrg makin pinter kok.. <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_glasses.gif' alt='&#58;&#45;&#98;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#98;' /></p>
<p align="justify">Foto dari <a href="http://www.liat2hp.com/index.php?act=tips&amp;page=2">sini</a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>3.  Video Klip di Luar Negri</strong><span id="more-23"></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://nieke.keritikentang.com/wp-content/uploads/2008/05/video-klip.jpg" /></p>
<p align="justify">Huwah, ini basi gak yaaa?? Hihiiii.. yah, saya sempet tergelitik aja sama beberapa penyanyi yang shooting video klipnya di luar negeri. Iya.. iya.. tau kok kalo ente2 punya duit lebih buat video klip dgn budget guede.. tp plis donkk.. lucu aja gitu.. misalnya adegan2 standard kayak rebut2an cewek yg sebenernya juga bisa dibikin di deket jembatan Ancol kayak gitu aja kudu dibikin di deket London Bridge *CMIIW*.. ck ck ck. Kayanya sayang aja. Indonesia tuh masih kaya dgn view yg bagus2 lho, Om. Kecualiii.. memang ada lirik2 ato adegan2 spesifik di lagu itu yang kayanya memang lebih tepat pengambilan gambarnya di luar negri. Yah, terlepas dari itu duit ya duitnya Anda.. alangkah bagusnya kalo semua pekerjaan itu dilakukan dengan efektif dan efisien.. *halah halah, sok2an saya <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /> <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_giggle.gif' alt='&#59;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;&#41;' /> *</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>4. Eneg Demo BBM Naik</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.dudung.net/images/bbm.jpg" height="402" width="275" /></p>
<p align="justify">Maaf yaa.. bukanya saya gak berempati dan gak bersimpati sama rakyat kecil.. tapiii yg jadi sorotan saya.. Emangnya GAK ADA cara laen apppaaa selaen demooo?? Gak ada cara laen selaen protes?? Udah yakin tuh BBM memang gak harus naek? Bisa kasih solusi yang lebih baik??? Eneg tau gak ngeliyat berita di tipi nyorotin demo BebeEeeemmm terusss..! *ambil remote, ganti infotainment*</p>
<p align="justify">Foto dari <a href="http://www.dudung.net/index.php?naon=depan&amp;action=detail&amp;id=793&amp;cat=4&amp;pilihan=2&amp;keyword=bbm%20naik">sini</a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><strong>5. Salah Jam Tayang</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www.rcti.tv/ic/img/iclogo.jpg" height="104" width="281" /></p>
<p align="justify">Eh eh, ada acara apa nihhh?? Idola Cilik..? Hah? Siang bolong ginihh?? Live, hampir tiap hari pula?? Duh, tolong yah buat produser nya acara itu. Gak kasian apa sama anak2 yang ngikutin acara itu?? Anak2 tuh siang2 harusnya tidur, istirahat habis pulang sekolah.. bukanya dieksploitasi dgn cara2 spt itu! Itu emak2nya juga gimana sih? Gak kesian apa anak2nya? Itu anak2nya udah harus stand by dari jam brapa tuh? Belom latian nyanyinya.. ck ck ck. Sumpah, kesian.. kalo acaranya sore2 pas weekend gitu mungkin lebih baik. Karena anak2 jadi bener2 punya waktu luang untuk ngikutin acara2 di luar kegiatan sekolah mereka *mode: ortu bijak <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_glasses.gif' alt='&#58;&#45;&#98;' class='wp-smiley' width='24' height='18' title='&#58;&#45;&#98;' /> *</p>
<p align="justify">Foto dari <a href="http://www.rcti.tv/ic/index.php">sini</a></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Udah ahhh,</p>
<p align="justify">Kayanya itu dulu deyhhh..</p>
<p align="justify">Yg laen ada yg mau nambahin barang kali?? Yuk kita bahas bersama2 ^___^!</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Eeeeniweeeeyyyyy, no haRd feeLing lho, yaaa <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p align="justify"><strong>-<a href="http://nieke.keritikentang.com">si Nona</a>- </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keritikentang.com/2008/05/21/kentang-digado2in/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Sebelum digunakan, dicorat-coret dulu&#8230;&#8221;</title>
		<link>http://keritikentang.com/2008/03/28/sebelum-digunakan-dicorat-coret-dulu/</link>
		<comments>http://keritikentang.com/2008/03/28/sebelum-digunakan-dicorat-coret-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 13:20:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keritikentang.com/2008/03/28/sebelum-digunakan-dicorat-coret-dulu/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Saya tau, saya memang sangat berbakat! Jiwa seni saya sangat tinggi dan saya paling tidak bisa melihat sesuatu yg polos. Jika menemukan sesuatu yg polos, pasti saya &#8220;poles&#8221; sedemikian rupa hingga menghasilkan sebuah karya seni yang indah. &#160; Makanya, waktu melihat terminal busway yg belum dipakai ini, saya pikir pembuatnya mungkin tidak memiliki jiwa seni. Seleranya terlalu rendah! Polos! Oleh sebab itu, saya berikan sentuhan2 tangan saya agar terminal ini nantinya semakin enak dipandang dan menjadi pusat perhatian orang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://www1.istockphoto.com/file_thumbview_approve/4075505/2/istockphoto_4075505_graffiti_artist_with_copyspace.jpg" height="247" width="380" /></p>
<p align="justify">Saya tau, saya memang sangat berbakat! Jiwa seni saya sangat tinggi dan saya paling tidak bisa melihat sesuatu yg polos. Jika menemukan sesuatu yg polos, pasti saya &#8220;poles&#8221; sedemikian rupa hingga menghasilkan sebuah karya seni yang indah.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Makanya, waktu melihat terminal busway yg belum dipakai ini, saya pikir pembuatnya mungkin tidak memiliki jiwa seni. Seleranya terlalu rendah! Polos! Oleh sebab itu, saya berikan sentuhan2 tangan saya agar terminal ini nantinya semakin enak dipandang dan menjadi pusat perhatian orang.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Mau lihat hasil karya saya? <span id="more-20"></span>Ini dia :</p>
<p align="justify"> <img src="http://img183.imageshack.us/img183/7480/busway2ui1.jpg" align="middle" height="343" width="581" /></p>
<p align="justify"><img src="http://img522.imageshack.us/img522/5576/busway1yr7.jpg" align="middle" height="321" width="596" /></p>
<p align="justify"> Bagaimana menurut Anda? <img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="right">Tertanda,</p>
<p align="right">Seniman Jalanan</p>
<p align="right">&nbsp;</p>
<p align="right">&nbsp;</p>
<p align="left"><img src='http://keritikentang.com/smilies/yahoo_neutral.gif' alt='&#58;&#124;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#124;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://keritikentang.com/2008/03/28/sebelum-digunakan-dicorat-coret-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

