Broadcast Message yang Menyesatkan

Wahai pengguna smartphone, smart dan bijaklah dalam menggunakan gadget kalian. Memang sih, smartphone itu sangat memudahkan kita untuk memperoleh informasi secara cepat. Tapi belum tentu akurat dan bisa dipercaya! Beberapa waktu yang lalu saya dan keluarga pergi liburan ke Sumatra Barat dari Pekanbaru dengan menggunakan mobil pribadi. Sebenarnya ini adalah perjalanan rombongan bersama sekitar 30-an mobil lain. Namun tetap saja pergi dan pulangnya dilakukan tidak secara bersamaan karena bisa repot jika konvoi 30-an mobil sekaligus.

 

Nah, dalam perjalanan pulang (dari Sumatra Barat ke Pekanbaru) tiba-tiba salah seorang teman mengirimi saya pesan di BBM :

Wew… Dari broadcast? Sepintas saya ragu dengan kebenaran info tersebut. Secara sudah terlalu sering pengguna BB menyebarluaskan info yang bahkan mereka belum tau pasti apakah berita itu benar atau tidak melalui BBM ke contact mereka. Kemudian, saya tanya lagi :

Kemudian saya bukalah web-web semacam Detik dan Kompas melalui Blackberry saya. Hmmm… Tapi tidak ada 1 pun tuh yang mengabarkan berita longsor di kelok 9 itu. Yang ada hanya beberapa berita longsor yang terjadi beberapa tahun lalu. Maka saya pun mencoba mencari tentang berita ini di twitter. Secara twitter kan juga bisa menjadi media yang menyambungkan informasi dari “mulut” ke “mulut” secara cepat, namun tetap saja… belum tentu akurat. Maka inilah yang saya dapat :

Nah… loh… tuh… kan! Persis seperti dugaan saya! Meskipun saya sudah menduganya, tetap saja berita bohong (hoax) tersebut sempat membuat ayah saya kesal. Karena dia sangat mencemaskan beberapa mobil rombongan lain yang berangkat dari Sumatra Barat setelah kami. Tadinya, jika berita longsor itu benar, maka ayah saya ingin secepatnya mengabarkan berita tersebut ke teman-teman rombongan yang masih berada di Sumatra Barat untuk mengambil jalan alternatif (tidak melewati Kelok 9). Tapi untungnya berita tersebut tidak benar, namun sangat membuat ayah saya kesal karena sempat panik.

 

Ini bukan pertamakalinya buat saya. Sudah berkali-kali saya mendapat broadcast message melalui BBM yang tidak  jelas kebenaran informasinya. Ada broadcast semacam sumbangan korban bencana, anak hilang, kecelakaan di tempat tertentu, dan lain-lain. Seharusnya, pembaca broadcast message itu bijak! Jika memang tidak tau persis bahwa berita yang sampai ke mereka itu benar atau tidak, lebih baik tidak perlu disebarluaskan. Karena jika ternyata tidak benar, sama saja kita membantu proses penyebarluasan berita bohong atau hoax. Lagipula ada Google kok yang dapat membantu mengecek kebenaran berita tersebut. Jadi, jangan malas browsing sebelum menyebarluaskan berita!

 

Sebagian orang yang melakukan broadcast ini selalu berdalih, “Nggak tau berita ini benar atau tidak. Saya hanya meneruskan saja.” Lah, kalau memang tidak tau berita itu benar atau tidak, kenapa juga disebarluaskan??? Kita tidak pernah tau loh dampak dari informasi bohong yang kita bantu penyebarluasannya. Bayangkan jika ayah saya benar-benar memberitahukan teman-teman serombongan lain tentang berita longsor ini sehingga mereka akhirnya memilih melewati jalan alternatif yang panjangnya bisa 2 kali lipat dari jalan yang seharusnya mereka lewati. Padahal ternyata tidak ada longsor di Kelok 9. Akan sangat merugikan sekali! Banyak waktu, tenaga, dan uang yang terbuang hanya karena sebuah berita bohong yang disebarluaskan!

 

Jadi, pikirkan dampaknya sebelum menyebarluaskan informasi yang kita belum tau pasti benar atau tidak. Dan jangan terlalu mudah percaya juga karena bisa jadi info tersebut adalah info yang menyesatkan dan dapat merugikan banyak orang. :)

14 Responses to Broadcast Message yang Menyesatkan

  1. aku tidak pernah merespon broadcast message di bb, biasanya mereka yg suka membroadcast message spt itu mereka newbie :D nyebelin

  2. Hai, Nilla.
    Sebagian orang memang tidak mampu memanfaatkan menu broadcast message dengan tepat. Akibatnya teknologi ini jadi sering disalahgunakan. Bukan mempermudah, tapi malah mengganggu.

    Smartphone seharusnya digunakan oleh smart people, bukan oleh annoying people. :D

  3. Sebenernya klo BM sih gak masalah, asal dia bisa mempertanggungjawabkan yg dikirim. Selebihnya ketika ditanya kebenarannya, ia jawab “gak tau deh, cuma nerusin BM aja” berarti layak buat dihapus dari list contact hehe

    • Iyaaa… Yg jd masalah itu memang BM gak jelas tanpa bisa dipertanggungjawabkan kebenaran isinya. :| So far belum sampe hapus dr list contact sih aku. :P

  4. ya berhati-hati saja..
    salam,
    http://just-virtual.blogspot.com/

  5. mungkin salah itung tuh mbak, bukan 9 tapi kelok yang laen

  6. wah kacau juga ya kalau ternyata beritanya menyesatkan dan terbukti hoax

    salam
    Omjay

  7. wih berita menyesatkan tuh. hmm padahal kan bisa panik orang orang. hmmm

  8. waspadalah hoax, kenali dan tahu masalah hukum dan ingatkan teman2 kita :)

    bisa2 terancam hukuman pidana lho :D waspadalah *bang napi :p

  9. Saya sempat menegur teman yang rajin broadcast saat berita meninggalnya pak Habibi ramai di kalangan pengguna BB. Kadang berita seperti itu langsung di broadcast tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu. Menjengkelkan memang, jadinya kemudahan informasi menjadi kebablasan… karena proses cek dan ricek tidak diterapkan.

  10. Hmm, emang nyebelin sih yang kaya gitu tuh. Malah ada yang nyebarin hoax dari jaman kapan tahun. Yaelah…

  11. Hati-hati banyak Hoax sekarang..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *