Surga TIDAK SELALU Berada di bawah Telapak Kaki Ibu

Jangan protes dulu. Jangan langsung terpancing pada judul postingan yang provokatif ini. Hehehe… Saya memang belum menjadi seorang ibu. Saya belum tau rasanya hamil, melahirkan, dan merawat seorang anak benar-benar sejak ia lahir hingga dewasa. Jadi, maafkan segala ketidaktahuan saya tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang baik. Saya hanya menjadi pengamat. Di mana di lingkungan saya ada banyak sekali para ibu dan anak yang bisa dengan jelas saya amati.

 

Saya pernah melihat sebuah keluarga makan di sebuah tempat yang sama dengan saya. Mendadak, saya tertarik untuk mengamati mereka. Mereka terdiri dari seorang ayah, ibu, seorang anak laki-laki yang kira-kira berusia 8 tahun dan seorang anak perempuan yang usianya tampak lebih kecil. Pada mulanya, tidak ada yang janggal dengan mereka. Kedua anak tersebut kelihatan asik makan es krim di depan orang tua mereka yang sedang ngobrol. Hingga akhirnya keluarga ini tampak akan segera beranjak. Sang ayah, ibu, dan si kakak sudah mulai berdiri. Sementara sang adik masih duduk dan serius menyantap es krimnya. Lalu apa yang kemudian saya lihat?

 

Dengan wajah jutek penuh amarah, sang ibu langsung menarik dengan kasar tangan sang adik yang masih duduk tersebut. Iya, sungguh kasar! Sampai saya yakin tangannya akan teresa perih. Kemudian saya mendengar sebuah hentakan dan omelan keluar dari mulut sang ibu. Maka menangislah anak perempuan tersebut. Setelah menangis pun, ia masih dijeweri oleh ibunya. Sungguh saya tidak tega melihatnya! Apa sih yang dimengerti oleh anak sekecil itu? Apa tidak ada rasa kasihan dan empati pada si kecil? Atau jangan-jangan… Ibu tersebut adalah ibu tiri? :| Ooopps… Ok, itu dugaan yang sungguh tidak etis. Pada kenyataannya, banyak juga saya bertemu dan kenal dengan ibu-ibu tiri yang super baik pada anak-anak yang sebenarnya tidak lahir dari rahim mereka. Lantas, sebutan apa yang pantas saya berikan untuk ibu yang kasar pada anaknya ini?

 

Jujurlah, hal-hal semacam itu kadang memang kita temukan dan kita lihat sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu yang tidak sabar melihat tingkah laku anaknya yang bandel dan tidak mau dinasehati. Atau jangan-jangan… ibu-ibu yang seperti ini adalah cerminan ibu kita sendiri? :) Hmm… Tidak perlu juga rasanya dijawab. Lebih baik renungkan saja, apakah sikap seperti ini adalah sikap yang pantas bagi seorang ibu kepada anaknya? Bagaimana dengan kasus-kasus yang lebih ekstrim? Tentang ibu-ibu yang pernah dengan sengaja membunuh anaknya sendiri karena berbagai macam alasan? *lihat di sini dan di sini dan masih banyak artikel lain yg bisa dicari di Google* Masihkah berlaku kalimat : Surga berada di bawah telapak kaki ibu?

 

Oh, maaf… Rasanya saya lebih setuju dengan judul di atas. :)

in keluarga  

12 Responses to Surga TIDAK SELALU Berada di bawah Telapak Kaki Ibu

  1. Miris emang, tp IMO surga masih di bawah telapak ibu itu :)

    *nuff said, berdo’a smg Ibu itu bisa berubah :D

  2. ….kalo begitu, kaum ibu harus introspeksi lagi dong… begitu pula ayahnya… mungkin karena sang ayah terlalu cuek dengan sang anak (menyerahkan urusan anak pada sang ibu 100%), jadi sang ibu juga tertekan. :(

  3. Itu kan cuma kasuistik nil, surga tetep empunya ibu kok :)

    • Yakin? Aku sering banget kok liat Ibu ga sabaran seperti yg aku ceritakan di atas. :) dan tentang ibu yg membunuh anaknya sendiri dgn cara menggugurkannya jg banyak loh, om. faktanya, suka atau tidak suka, kasuistik atau bukan, memang “Surga TIDAK SELALU berada di bawah telapak kaki ibu”. :P

  4. masih byk ibu2 yg baik kok Nil, ygjahat itu bukan ibu, tp pribadi nya. yg nyeret tangan anak kecil bukan ibu, dia hanya perempuan yg melahirkan,^_^. klo ibu bahkan bisa nangis klo liat anak org lain diperlakukan kyk gitu *sheettears*

  5. Kalo yang aku kemarin liat seorang ayah yang menampar anak lelakinya di mall persis di depanku, Jeng. Anak kecil itu usianya sekitar 6 tahunan gitu. Padahal kayanya dia nggak bikin kesalahan apa-apa (setahu aku). Ngeliatnya jadi nggak tega. Pas anak itu mau nangis, malah dibentak ayahnya, nggak jadi nangis deh. Ibunya cuma ngeliatin doang, nggak nolong, nggak apa, malah asyik memilih sepatu

    Apa iya cara mendidik anak harus dengan cara kekerasan? :(
    Tertekan sekali pasti anak itu :cry:

  6. iyah tapi natural nya ibu itu melindungi anak nya. ada maksud lain mungkin berbuat sesuatu. tapi kalo ibu yang sengaja menyakiti ibu nya. dia bukan ibu yang layak.

  7. Perempuan yg bukan tipe lemah lembutpun akn sadar diri saat brhgadapan dgn ank kecil’palg sm anknya sndiri loh…kalo sampe seorg ibu kasar bgtu’sakit jiwa tuh hahahah…ada yg perlu di beresin kepribadiannya :)

    Suatu hari saya dan teman lg jln2 di mol.kt lihat ank laki2 kira2 brumur 4 tahun mnangis.kt pikir pasti dia khilangan org tuanya.pas kt mau anterin k bag informasi,di depan etalase toko si ank mnunjuk ayahnya,nah kt prtemukanlah mreka.eh malah ayahnya marah2 bentak2 si ank.trimakasihpun enggak sm kita.buseet…kt dianggap gk ada,kt blg jgn marahin anknya jg dia ga denger.yaud kt tingal,smbil ga tega lihat ank itu masih nangis dimarahin ayahnya.

  8. Setuju dengan judul diatas, tidak semua surga itu berada dibawah telapak kaki ibu .ibu yang suka menyakiti hati anaknya dengan ketidakpeduliannya ,apakah masih bisa disebut ibu ??
    Justru ibu tiri saya baikk sekali, beda dgn ibu kandung saya ..

  9. mau komen apa ya??
    Saya setuju gak setuju judul di atas.
    Krn emang ada sih ibu2 yg galak. Tp kdng2 anaknya jg yg gak mau dgr kata2 ibu.
    Ya namanya jg anak2. .
    Waduh. .
    Komen saya kok linglung gini ya?
    Saya seorang ibu jg.
    Yg kdng2 marah jg ama anak2 saya.
    Tp bgmn pun, kasih ibu pd anaknya tetap ada kok.

  10. ibu juga manusia bisa brengsek juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *