Ternyata, Wanita pun Juga Bisa Begini…

Beberapa waktu yg lalu, saya diajak temen kantor (2 orang dan keduanya laki-laki) utk pulang dengan kereta api dalam kota. Kami naik kereta dr Stasiun Tanah Abang sekitar jam 5 sore-an. Saat itu, seperti yg sudah saya duga, stasiun kereta terlihat ramai sekali dgn orang-orang yg sepertinya jg baru pulang kerja. Sesungguhnya itu adalah yg ke-2 kalinya saya naik kereta dalam kota. Sebelum ini, saya pernah naik dari Stasiun Serpong ke Stasiun Palmerah sekitar pukul 6 sore. Saat itu, stasiun tidak terlalu ramai dan bahkan di dalam gerbong pun tampak lengang. Karena lengang, saat itu saya tidak masuk ke dlm gerbong Khusus Wanita yg terdapat pada gerbong 1 dan 6.

Nah, ketika berangkat dr Stasiun Tanah Abang inilah saya memutuskan utk mencoba masuk ke dlm gerbong khusus wanita. Sehingga saya memisahkan diri dari kedua teman kantor saya yg laki-laki ini. Saya memutuskan utk masuk ke gerbong khusus wanita karena dlm situasi yg seramai itu, rasanya akan lebih aman dan nyaman berada dlm gerbong khusus wanita ketimbang bercampur dgn pria di gerbong yg lain.

Ketika saya masuk ke dalam kereta, gerbong khusus wanita itu sudah ramai. Sehingga saya tidak kebagian tempat duduk. Sebelum kereta jalan, tidak jauh dr tempat saya berdiri, tiba-tiba ada seorang wanita yg berkata, “Maaf ibu-ibu… mbak-mbak… Ini ada perempuan yg sedang hamil. Tolong, ada yg mau ngalah dan memberikan tempat duduknya ke perempuan ini?”. Mata saya lalu tertuju pd perempuan hamil yg sebut-sebut. Benar saja. Perutnya terlihat membesar meskipun belum benar-benar besar. Lalu perhatian saya beralih pd wanita-wanita yg duduk di depannya. Sudah cukup lama si mbak yg tadi “menegur” mereka, namun belum ada 1 pun yg memberikan tempat duduknya pada perempuan hamil tersebut.

Astaga! Ini membuat kening saya berkerut. Saya lihat di antaranya ada yg (mungkin) pura-pura tidur, ada yg terlihat asyik mengobrol, ada jg yg terlihat sibuk dengan HP-nya. Seolah tidak ada yg terusik dgn “teguran” si mbak yg tadi. Entah memang tidak dengar atau memang pura-pura tidak mendengarkan. Ini sebenarnya bukan kejadian pertama yg pernah saya lihat. Di dlm bus transJakarta pun, saya jg pernah melihat orang-orang yg pura-pura tidak terusik meskipun di depannya ada orang tua, anak kecil, atau pun ibu hamil yg tidak kebagian tempat duduk. Tapi ini………….. INI KAN DI GERBONG KHUSUS WANITA!

Ternyata, sesama wanita pun bisa saling mengacuhkan. Apakah diantara mereka tidak ada yg pernah menjadi ibu? Dimana hati nurani mereka melihat ibu hamil berdiri di dlm kereta? Bukankah katanya wanita itu perasaannya sensitif? Atau hal itu cuma dugaan yg sudah usang dimakan jaman? Mungkin, kalau si ibu hamil ini berada di gerbong lain (yg bukan khusus wanita), barangkali sudah ada paling tidak 1 laki-laki yg memberikan tempat duduknya. Ah, rasanya nanti kalau saya hamil, lebih baik saya memilih duduk di gerbong lain yg tidak khusus wanita saja. :|

Namun, untungnya… Beberapa saat kemudian ada seorang ibu yg duduknya agak jauh dr perempuan hamil ini berdiri dan berkata, “Mbak, sini… Duduk di sini aja.” Alhamdulillah… Ternyata masih ada wanita yg benar-benar menggunakan hati nuraninya. Meskipun kayaknya sekarang orang yg seperti ini sudah cukup sulit ditemukan, ya?

in Opini, Sosial  

8 Responses to Ternyata, Wanita pun Juga Bisa Begini…

  1. hati nurani kliatannya semakin jauh pergi ya non. mudah2an nanti kalo si mbak yang ngasih duduk itu hamil dan naek kereta, bukan cuma satu orang tapi semua penumpang menawarkan tempat duduk. *non, kata tukang naek kereta api, kalo gerbong itu sebutan buat kereta yang isinya barang, kalo isinya orang disebutnya kereta makanya sebutannya ‘kereta khusus wanita’

  2. @ Danu : iya, aku awalnya sempet ragu make kata “gerbong”. soalnya seingatku, “kereta” itu menggambarkan 1 kesatuan seluruh gerbongnya. (terdiri dr beberapa gerbong) masih nyari mana kata yg pas. but, thx infonya ya, mas. :P

  3. Share pengalaman pribadi ……..

    Nila, spt itu jg sering aku alami waktu hamil anakku yg 1&2 (terjadi 10-11th yl). Itu waktu ktr msh di Cld, aku berangkat dr Bekasi naik 132 atau Bekasi – Lebak bulus.

    Di mbl tsb selalu ada marinir cilandak yg naik mbl tsb (dg postur tubuh tinggi & besar2) biasanya bisa sampe 6 org dan duduk selalu di dekat pintu belakang supaya cepat turun.
    Apakah Nila berpikiran bpk2 itu akan memberikan duduknya untuk wanita hamil, wanita lansia, anak2; jawabannya adalah tidak bahkan mereka jenderung cuek, pura2 tidur, dll.

    Justru yg kasih duduk adalah purnawirawan ABRI & negur ke marinir u/ ngasih duduk ke wanita ….. Dan jadinya diceramahin deh tuh marinir …. (senior ceramahin yunior).

    Sptnya Nila, jiwa sosial, tolong menolong, tepo seliro, dll dr bgs Indonesia sdh luntur & sedikit demi sedikit mungkin akan hilang oleh ulah rakyat sendiri.

    =================================================================
    Mungkin krn sblm hamil aku jenderung kurus shg walau sedang hamil perutku tdk kelihatan hamil, baru kelihatan menjelang akan melahirkan (bulan ke-8-9). Padahal wanita hamil biasanya parah2nya adalah awal-awal hamil (trisemester pertama / 1-3 bulan pertama) yg merasakan mual pengen muntah, pusing, kadang sampe pucat, dll.

  4. Apa itu perilaku di kota aja? Ngambil contoh di kampung saya, kalau naek angkot yang penuh trus ada ibu-ibu (hamil atau tidak)mau naek, itu pemuda sama bapak milih gelantungan di pintu. Saya juga suka begitu.

    Itu endingnya Mbak Jum ada yang nawarin tempat duduk nggak? :D

  5. keliatannya keretanya bersih ya

  6. uhuks…uhukss..sangat mengharukan…
    emang orang bilang wanita halus bin sensitif, tapi kadang wanita bisa kejam dan mengerikan, sampai ada yang melakukan mutilasi… so, masalah keterlaluan ga pandang pria atau wanita yeee…hehehehe

  7. humm….:(( :(( :( kok masih saja ada orang yang egois, seharusnya kasihan sama ibu yang hamil itu. Kita harus saling tolong menolong dimanapun kita berada.
    Salam kenal dan jabat tangan

  8. alhamdulillah dua kali aku naik busway pas dijakarta waktu itu … selalu nyamaaan. Karena aku bawa nadine. jd ngantri di tempat khusus *ga perlu ikut ngantri panjang*, dan selalu dikasih tempat duduk!!!
    Pengalaman yg menyenangkan naik busway .. huehehehe, akhirnya kesampean juga nyobain naik busway. *kampungan*

    manusia diciptakan beragam2 watak, banyak kita menjumpai orang2 berhati batu, tp banyak juga yg akan bikin kita terpana oleh kebaikan hati.
    itulah dunia .. maka berbuat baiklah! dan kebaikan2 akan selalu datang padamu *loooh kok jd berkhotbah disini :P*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *