Beberapa waktu yg lalu, saya menonton film “Daybreakers” bersama pasangan. Kalau dilihat dari sini, genre nya adalah film Action, Drama, Horror, Sci-Fi, Thriller. Nah di sini pun sudah disebutkan bahwa film ini untuk “Dewasa (adult)”. Jadi sebenarnya sudah jelas kan siapa target penontonnya? FYI, buat yang belum menonton film ini… saya kasih bocoran. Bahwa di film ini ada banyak adegan yang “mengerikan”. Mulai dari darah-darah muncrat sampai organ-organ manusia yang buntung (tanpa sensor, tentu saja) tampil dalam film ini.
Nah, yang menarik adalah… sudah berkali-kali, ketika saya menonton film yang “mengerikan” dan sudah jelas-jelas ditujukan untuk penonton dewasa, masih saja ada penonton yang membawa anaknya yang masih kecil untuk ikut menonton film tersebut. Saya nggak kebayang yah gimana rasanya jadi anak-anak itu. Menonton film yang seperti itu di TV saja pasti sudah bikin takut dan susah tidur. Apalagi kalau mereka menontonnya di bioskop? Nggak jarang loh saya lihat para orang tua itu “membantu” menutup mata anaknya yang ketakutan. Apakah itu solusi???
Saya masih nggak habis pikir. Apa yang membuat para orang tua itu “terpaksa” membawa anak mereka yang masih kecil untuk ikut menonton film-film yang sebenarnya tidak layak untuk mereka tonton? Tidak terbayang efeknya kah? Tidak mengerti apa yg dirasakan anak-anak mereka ketika melihat adegan-adegan yang menyeramkan itu??? *pasang muka serius* Pengen banget nonton, tapi nggak ada yang menjaga anaknya? Ya sewa DVD aja sana! Nonton di dalam kamar saat anak-anak sudah terlelap. Kenapa harus ngotot membawa anak ikut masuk ke dalam bioskop, sih??? Dasar orang tua egois!!! *mulai sebel*
By the way… Di waktu yang berbeda di saat saya sedang mengantri untuk membeli tiket di sebuah bioskop (juga bersama pasangan *uhuk*), seorang kakek di depan saya tengah memarahi si mbak penjual tiket. Saya mendengar si kakek berkata, “Tadi cucu saya masuk ke studio itu, kan? Nonton film itu, kan? Itu kan bukan film utuk anak-anak! Kenapa cucu saya dibiarkan masuk? Bagaimana kalian ini? Mau cari duit saja, tapi tidak memperhatikan dan mempedulikan siapa penontonnya! Mau dibawa kemana negara ini kalau orang-orangnya cuma mikirin duit seperti kalian?” *serius si kakek ngomong persis kayak gini*
Jadi, kesalahan bukan hanya ada di orang tua saja ternyata. Tapi juga di petugas bioskop! ![]()













KeritiKentang is a review website that was created in 2007 by the twins, Nieke and Nilla. Initially this website was intended as a “speak up” media for the twins to write about any issues around them. But now KeritiKentang has a new concept, i.e. a review website about every things/stuffs that the twins use or have. “A single photo with captions in Facebook/Twitter is not enough to share some cool stuffs (or bad ones)”, it is the reason why this site is now becomea review site. The changes is also intended to give this site some refreshment.
May 18, 2010 at 8:43 pm
Waduh, menyedihkan sekali…

Rasanya kalo di luar negeri ketat sekali lho, di bawah umut ga bisa masuk ke bioskop. >__<" Saya salut dengan kakek itu.
May 20, 2010 at 1:57 pm
waw,,harusnya anak2 ga bole masuk ke bioskop sih..bahaya…kakek itu…wah…salutt deh
May 20, 2010 at 3:29 pm
Film Daybreakers ga rame kan mbak! hahahaha
Iya orang tua nya masih egois, klo masih mentingin diri sendiri mendingan jangan dulu punya anak. *sok tua*
May 26, 2010 at 12:04 pm
butuh komitmen dr pihak manajemen bioskop dan jg orang-tuanya. kalo ada salah satu aja yg menoleransi (trutama dr pihak bioskop) ya ga usah heran klo ada anak SMP nonton film semacam : TALI POCONG PERAWAN.
June 8, 2010 at 7:04 pm
harusnya manajemen bioskopnya juga tegas, anak di bawah umur ga boleh masuk kalo emang filmnya untuk dewasa
June 10, 2010 at 10:11 am
saya asli nyesel ngajak si tengah dulu nonton terminator
saya ga nyangka serem gitu
ga lagi2 deh
asli saya masih nyesel inegt kejadian itu
